Kamis, 05 Agustus 2010

Penembakan Paus Yohanes Paulus ke II

Vatikan

, kota yang indah diatas tanah 44 hektar, dimana Negara ni menjadi Negara yang di akui oleh setiap Negara di Dunia walaupun dalam aturan mainya tidak boleh ada Negara dalam Negara

Vatikan banyak menyimpan rahasia dalam tembok tingginya, yaitu ruangan Arsip super lengkap tentang sejarah Vatikan dan juga berbagai rahasia Vatikan yang benar benar di rahasiakan

Tapi, bukan itu saja, dengan jumlah pengunjung/pariwisatawan sekitar 4000 orang per hari, Vatikan pun rentan akan kejahatan, juga mata mata

Seperti kita ketahui bersama, salah satu peristiwa “kecolongan” yang terjadi di Vatikan adalah ketika terjadinya percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Mahmed Ali Agca pada 13 Mei 1981 dimana Ali melakukan penembakan terhadap Paus Yohanes Paulus ke II di Lapangan Basilika santo Petrus

Mohamed Ali Agca bersama Paus Yohanes Paulus ke II

Ali sampai saat ini ternyata bukanlah pelaku tunggal dalam kasus tersebut, masih ada Oral Celik yang merupakan petugas pemboman lapangan agar Ali bisa melarikan diri

Yah, tapi kita ketahui bersama, tidak ada ledakan bom pada peristiwa penembakan itu

Oral Celik ketika di tangkap

Jadi pertanyaannya KENAPA BOM TIDAK MELEDAK???

Baiklah akan saya jelaskan sebaik mungkin

Tugas Oral Celik harusnya dapat berjalan mulus, namun ketika tembakan Maut Ali di lepaskan, terjadi kepanikan yang sangat hebat, beribu-ribu orang yang ada di lapangan Basilika Santo petrus lari tak karuan untuk menghindari tembakan atau rencana lainya, Celik yang Saat itu ada di dalam Keributan masa menjadi gugup dan panik, dia sepertinya belum terlalu siap dengan rencana itu sehingga memilih untuk lari meninggalkan Ali sehingga tidak ada pengalihan perhatian agar Ali bisa melarikan diri, dan akhirnya Garda Swiss membekuk Ali dan menjebloskannya ke penjara

Oh yah para reader sekalian, anda pasti bertanya “ALI ITU SIAPA????”

Ali adalah seorang yang berkebangsaan Turki , bukan hanya itu saja, Ia juga anggota dari Biro Intelegen Uni Soviet dan Dinas Intelegen Bulgariayang belakangan di ketahui sebagai Otak dari rencana keji ini

Sekarang kita tau siapa Ali sebenarnya

Lalu, saya yakin anda akan penasaran, Kenapa ada kata “UNI SOVIET”??

Jelas saja, Uni Soviet adalah Negara Komunis yang sungguh tidak disukai Oleh Paus, sehingga, bila pada saat itu Paus Yohanes Paulus ke II tewas dalam insiden penembakan itu, tentu saja Uni Soviet akan lebih bebas bertindak sebagai Negara Komunis

Ternyata ini penyebabnya

Tapi, melihat kenyataan bahwah musuh besar mereka masih bisa berdiri Tegak, tentu merupakan sebuah kesalahan besar bagi Uni Soviet. Mungkin bagi sang penembak (Ali) sendiri, melihat Paus masih bisa berdiri lagi, itu adalah keajaiban, karna tidak bisa di pungkiri lagi bahwah Ali adalah agen khusus Uni Soviet dan tentu saja telah di latih dengan sangat Khusus

Dan bukan hanya itu saja Keajaibannya, Keajaiban yang lebih besar hadir lagi ketika Paus Yohanes Paulus ke II datang mengunjungi Ali dalam sel penjara dan berbicara dengan Ali layaknya Sahabat

Indah bukan, tapi keindahan ini merupakan tamparan besar bagi Uni Soviet yang merupakan otak utama rencana ini….

SEKIAN

^_^

4 komentar:

  1. Pemaaf, salah satu sifat mulia yang sulit dilakukan... =]

    PERTAMAXXXX... xD

    BalasHapus
  2. "Uni Soviet adalah Negara Komunis yang sungguh tidak disukai Oleh Paus"
    ^_^

    mungkin lebih tepatnya

    "Paus yg tidak di sukai Negara Uni Soviet"
    ^_^

    Tuhan memunjukkan Kasih Nya
    Bapa Suci telah di panggil Nya dalam keadaan yg layak, bukan lewat pembunuhan.
    Bahkan mendiang Sri Paus diberikan kekuatan hati dan ketulusan, sehingga mampu memaafkan org yg ingin menghlangkan nyawa nya..
    sungguh artikel yg indah..

    "Never let a mistery just be a mistery"

    ENIGMA n' LICA LOVER

    BalasHapus
  3. btw to just 4 fun
    tukeran link ya
    http://ianfile-memories.blogspot.com/

    link blog ini dah tak pasang
    saya jg udah nge-follow

    BalasHapus
  4. bang bole tukeran g bang?. link blog abang udh saya pasang.http://riyeku.blogspot.com/

    BalasHapus